Menagih Etika DIY di Tengah Komersialisasi Kolektif Musik Arus Bawah
Ketika etos mandiri skena bawah tanah bersinggungan dengan tawaran korporat dan algoritma, batas antara idealisme dan kompromi kian kabur.
Topik
Opini kritis dan esai kultur musik mendalam, isu industri, royalti, fenomena panggung, dan media musik.
5 artikel ditemukan
Ketika etos mandiri skena bawah tanah bersinggungan dengan tawaran korporat dan algoritma, batas antara idealisme dan kompromi kian kabur.
Tiket festival musik tahun 2026 makin bikin kantong bolong. Saya termenung di pinggir venue, mikir keras: ini beli karcis konser apa cicilan motor?
Catatan personal tentang susahnya berburu tiket pertunjukan musik skala kecil di Jakarta yang kini habis dalam hitungan detik akibat tren FOMO anak muda.
Saya datang ke Gudang Selatan Bandung untuk melihat apakah amarah Dongker dan Leipzig masih laku di tengah anak muda tahun 2026 yang tampaknya lebih suka berdansa santai. Hehe.
Crowd surfing dulunya adalah bentuk katarsis dan selebrasi di lantai gigs. Kini, krisis etika dan ancaman pelecehan menuntut kita merumuskan ulang arti ruang aman.